Jumat, 24 Juni 2011

Paguyuban Kesejahteraan Taman Bougenville

Sebuah Paguyuban telah didirikan di kompleks Taman Bougenville Estate. Paguyuban diberi nama PAGUYUBAN KESEJAHTERAAN TAMAN BOUGENVILLE disingkat PKTB.
Tujuan didirikannya paguyuban ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petugas-petugas yang mengabdikan dirinya untuk perumahan ini. Di samping memudahkan tugas pengurus RW05 dalam menangani kebtuhan pegawainya, sekaligus memenuhi seruan pemerintah dalam hal ini Walikota Bekasi yang berkeinginan menjadikan Bekasi sebagai kota Koperasi.
Jadi, paguyuban diirkan untuk mengawali terbentuknya sabuah Koperasi yang permanen dan berbadan hukum dan dikelola secara profesional.
Ketua RW05 Bpk Zulfan Lubis, SE, MBA mendukung sepenuhnya keberadaan paguyuban ini.
Kegiatan pertama yang dijalankan adalah menyelenggarakan Unit Simpan Pinjam.
Sebagai modal awal Pengurs RW mengambil kebijakan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp.15.000.000,- sebagai Penyertaan Modal untuk modal awal Paguyuban ini.
Pada saat tulisan ini di turunkan sudah terdaftar sebanyak 49 orang anggota yang terdiri dari seluruh pekerja Taman dan Kebersihan, Satpam, Pegawai Sektretariat, Pegawai masjid Rhaudhatul Jannah dan para pengurus yang otomatis harus menjadi anggota Paguyuban.
Pengurus mengajak seluruh warga yang bermukim di Perumahan Taman Bougenville dan sekitarnya untuk bersama-sama mendorong aktivitas Paguyuban ini dengan semangat "Kesejahteraan Utk Bersama dan Bersama Untuk Kesejahteraan".
Untuk menjadi anggota paguyuban ini hanya cukup dengan mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan foto copy KTP, 2 lembar foto, membayar uang simpanan pokok sebesar Rp.100.000 sekali untuk selama menjadi anggota ditambah dengan Simpanan Wajib sebesar Rp.10.000,- per anggota.
Paguyuban ini berkantor di Sekretariat Bersama RW05 gedung serba guna Perumahan Taman Bougenville.
Untuk periode awal ini Pengurus harian dipercayakan kepada :
1. Bpk Asriel Channy sebagai Ketua Umum
2. Bpk Marihot Siahaan sebagai Sekretaris Umum.
3. Bpk M Sabar Iman sebagai Bendahara Umum.

Dibawah Dewan Pengawas yang diketuai oleh Bpk Santoso DP dengan anggota 1. Bpk Ary Iriawan Gafur 2. Bpk Yushadi.

Dilengkapi pula dengan Dewan Penasehat yaitu Ketua Bpk Zulfan Lubis dengan anggota 1. Bpk Suhada 2. Bpk Indrasto.

InsyaAllah niat baik ini mendapat Ridho Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh anggotanya dan masyarakat luas pada umumnya...amin.


asriel.

4 komentar:

  1. Sekelompok Yang Peduli TBE21 Agustus 2011 12.55

    Jakarta, Kompas (minggu, 21-08-2011)- Polda Metro Jaya menahan Direktur Keuangan PT Askrindo ZL dan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi RS, sejak Jumat (19/8) kemarin. Keduanya diduga terlibat korupsi dan pencucian uang perusahaan yang merugikan keuangan negara Rp 435,6 miliar.

    *ZL = Zulfan Lubis... yang juga Ketua Dewan Penasehat

    Pantesan di Taman Bougenville banyak umbul-umbul 17-an dgn logo Askrindo...
    Ketua Dewan Penasehat/Ketua RW 05 = KORUPTOR

    BalasHapus
  2. Kita perlu merasa prihatin atas kasus yang terjadi di lingkungan kita ini. Begitulah dinamika hidup. Ada saat naik ada saat jatuh. Ada saat menang dan saat kalah. Setiap orang menerima ganjaran dari pekerjaan dan perbuatannya. Lantas untuk apa kita menambah dosa kita dengan menyebar dan mengungkapkan aib saudara kita juga.Karena kita tentu akan menerima pula buah dari perbuatan kita. Maka jauhilah perbuatan buruk yaitu mengungkap dan menyebar luaskan aib yang tidak bermamfaat bagi kita dan orang banyak.

    BalasHapus
  3. Sekelompok Yang Peduli TBE23 Agustus 2011 05.27

    Aib memang bukan untuk disebarluaskan, intinya kami hanya ingin menggugah, memberi pelajaran kepada yg mengetahuinya agar tidak meniru perbuatan ybs.
    Dan selanjutnya tindakan apa atau respon apa yg harus kita lakukan, karena sebuah kepengurusan rukun warga dan yang terkait dgn itu, selama ini tenang-tenang saja,karena hal ini terkait dgn proses administrasi warga, dll.
    Kita harus memilih pemimpin atau imam kita adalah orang-orang yang benar.
    Dan saya berharap dari yayasan inilah bisa kita mulai untuk dapat memfilter dalam memilih pemimpin yang benar untuk kedepannya.

    BalasHapus
  4. Anda betul...saudaraku yg tidak mau menyebutkan identitas. Nilai setiap tindakan ditentukan oleh niat bukan? Nah sekarang kalau niatnya utk kemaslahatan warga atau orang banyak, mari kita cari orang yang bersedia berkorban untuk orang banyak. Karena kita tahu jabatan RW bukan jabatan komersil, paling ...naik pamor dikitlah. Maka banyak org yg gak mau.Sementara kita bentuk saja care taker yang terdiri dari "Kelompok Orang Peduli" kan beres. Lalu bentuk panitia pemilihan.Wass Wwb.

    BalasHapus